Seluruh Institusi pendidikan diminta cegah penyebaran covid-19, melalui protokol yang dikeluarkan oleh pemerintah.


Mulai dari imbauan penyediaan sarana dan fasilitas kebersihan, seperti sabun, hand sanitizer, dan desinfektan. Serta beberapa langkah sehat dan penerapan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di sekolah.


Namun kelangkaan yang terjadi saat ini menjadi kesulitan untuk menerapkan hal tersebut. Guna mengatasinya, Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) lakukan pembuatan sendiri Hand Sanitizer.


Tim laboratorium SPIDI yang diketuai oleh Ibu Haslindayani mengatakan, bahwa Hand Sanitizer yang dibuat telah dapat digunakan oleh siswi dan staff SPIDI.


“Hand Sanitizer yang kami buat sekarang sudah dapat digunakan, dan ini bisa mengatasi kelangkaan karena sama dengan yang dijual seperti biasa.” Kata Ibu Haslinda.


Adapun proses pembuatan Hand Sanitizer oleh Tim Biologi SPIDI tidak membutuhkan waktu lama, sehingga dapat diproduksi dalam jumlah lebih.

“Pembuatannya cukup 5 menit tapi untuk penggunaannya kita tunggu smpai 72 jam.” Kata Witriani (salah satu dari tim).


Bu Haslinda juga menjelaskan kandungan bahan dalam pembuatan handsanitizer kali ini. Yaitu terdiri dari, Ethanol 96%= 850, H202 = 40 ml, Glizerol = 15 ml, dan dicampur dengan Aquades sampai volumenya 1000 ml.