Rumah Baca SPIDI. Sekolah Putri Darul Istiqamah

SPIDI TERUS BERGERAK TINGKATKAN MULTILITERASI SISWI

BERITA News

Sekolah Putri Darul Istiqamah Iqra, literasi atau membaca merupakan salah satu perintah pertama Allah kepada nabi Muhammad SAW. Perintah itu sangat penting karena membaca merupakan tangga menuju kebahagiaan dunia maupun akhirat.

Pertanyaannya adalah apakah di era digital ini literasi sudah menjadi perhatian utama khususnya di kalangan remaja?. Menurut data UNESCO yang dilansir dari kominfo.go.id, minat baca kita sangat memprihatinkan. Dari seribu orang Indonesia hanya satu yang rajin membaca.

Berangkat dari permasalah di atas Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) bergerak untuk mendorong dan meningkatkan minat literasi siswinya melalui berbagai macam program. Tentunya program program tersebut juga didukung dengan infrastruktur yang baik.

Salah satu program tersebut adalah teacher and student literate yang rutin dilakukan setiap bulan. Pada program tersebut para siswi dan guru diberi kesempatan untuk membagikan hasil bacaannya ke teman teman sejawat. Diharapkan dengan program ini guru dan siswi SPIDI mencintai literasi.

“Kami juga rutin memberikan reward kepada siswi dan guru yang rajin meminjam dan membaca buku di perpustakaan,” kata Muhclis, S.IP pustakawan Baitul Hikmah SPIDI.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa program literasi akan lebih maksimal jika dibarengi infrastruktur yang baik. SPIDI selain memiliki perpustakaan yang dapat diakses secara offline dan online, juga punya banyak spot spot baca yang tersebar di beberapa area sekolah.

Tempat tersebut dilengkapi buku buku menarik untuk dibaca dan dapat diakses kapan saja oleh civitas SPIDI. Ini penting karena beberapa anak merasa nyaman membaca di luar perpustakaan.

Saat ini perpustakaan Baitul Hikmah SPIDI sudah memiliki lebih dari 2000 koleksi buku. Sebagian buku buku tersebut sudah bisa diakses secara online di spidi.sch.id/baitulhikmah.

Program lain yang terus dilakukan oleh salah satu sekolah terbaik ini adalah memvisualisasikan isi buku sehingga tidak hanya dibaca tapi juga dapat dilihat dan dirasakan oleh pembacanya.

Inovasi Itu dilakukan dengan menggunakan fitur fitur yang tersedia di Google Suite For Education (GSE). Guru dan siswi dapat menelusuri kembali sejarah masa lalu melalui Google Earth dan Voyager. SPIDI sendiri telah memakai GSE sejak 2011 lalu.

Usaha ini juga sangat ampuh dalam menarik minat baca baik siswi maupun guru mengingat kecenderungan orang orang yang tidak tertarik jika melihat buku yang isinya cuma tulisan saja tanpa ada dukungan visual yang menarik.

Literasi itu penting bukan karena kita membutuhkannya untuk bisa terlibat dengan kata-kata tertulis dalam kehidupan sehari-hari, tetapi merupakan tangga menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Multiliterasi Di Era Rev. Industri 4.0

Agar peserta didik di era saat ini mampu beradapatasi, dibutuhkan bukan hanya sekedar literasi bahasa yang selama ini kita dengar, tetapi multiliterasi.

Kita selalu berprinsip untuk mendidik generasi yang akan berkarya 10 – 20 tahun ke depan, sehingga yang paling urgen adalah membekali anak-anak dengan kemampuan adaptif.

“Nah salah satu agar anak menjadi adaptif adalah memiliki literasi teknologi, media, lingkungan, finansial, dan sains,” ungkap ibu Riza Sativani Hayati, M.Pd, direktur pendidikan SPIDI.

Bagaimana kita akan mencetak anak-anak yang mampu membuat karya inovasi baru sesuai zamannya jika mereka hanya ber-mindset konsumer, tidak dibekali dengan literasi teknologi dan sains. Bagaimana akan mencetak anak yang memiliki kemandirian jika mereka tidak dibekali dengan literasi finansial.

“Bagaimana generasi kita akan menjaga alam dengan derasnya laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan jika anak-anak tidak dibekali literasi lingkungan,” lanjutnya.

Bagaimana anak-anak akan menjadi generasi yang membangun perdaban jika mereka tidak tau bagaimana membedakan hoax dan fakta diera derasnya informasi, sehingga penanaman literasi media juga sangat penting.

 

2 thoughts on “SPIDI TERUS BERGERAK TINGKATKAN MULTILITERASI SISWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + nine =