SITUASI TERIMA RAPOR VIRTUAL DI SPIDI

BERITA News News SPIDI

Libur akhir semester, biasanya SPIDI akan ramai oleh orang tua yang antusias mengetahui hasil belajar anaknya.

Namun, di tengah kondisi pandemi ini, penerimaan rapor masih berlangsung virtual. Dengan fitur layanan SPIDI on Cloud, orangtua menyimak dari rumah masing-masing.

Diadakan secara bergilir, setiap wali kelas menjelaskan hasil rapor disamping siswi yang bersangkutan. Sehingga seluruh informasi yang dibutuhkan orang tua tetap terakomodir dengan baik.

Yang menjadi keunikan di SPIDI, siswa tidak hanya menerima satu rapor belajar hari ini. Namun telah menjadi tradisi, setiap siswi akan menerima 4 jenis rapor tiap MID maupun akhir semester.

Diantaranya rapor akademik, tahfidz, rapor konseling, dan rapor mar’atus sholihah (rapor penilaian sikap dan perilaku). Hal ini untuk menilai seluruh aspek dalam diri setiap siswi, tidak hanya pencapaian belajar.

“Karena kami di sini mendampingi ananda selama 24 jam, di sekolah dan di asrama. Jadi kami wajib melaporkan seluruh perkembangan mereka kepada orang tua.” Tutur Muaminah Musthafa, Kepala Sekolah SPIDI.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa setiap rapor memiliki tujuan penting. Pertama, rapor belajar untuk menilai akademik siswi, rapor konseling dinilai dari psikolog dan konselor SPIDI, rapor mar’atus sholihah dinilai oleh ummi (wali asrama), serta rapor tahfidz yang dinilai guru halaqah qur’an.

“Karena yang menjadi salah satu keunggulan di SPIDI adalah program tahfidz, sehingga target dan capaian hafalan harus senantiasa kita laporkan ke orang tua juga.” Kata Ibu Muaminah.

Sistem penerimaan rapor yang khas di SPIDI, diharapkan memberi gambaran yang jelas mengenai seluruh aspek yang telah dicapai ananda. Sehingga, orangtua paham tentang kelebihan dan kekurangan yang ada pada anak.

“Ananda mengalami banyak perkembangan dan peningkatan selama tiga tahun di SPIDI. Harapannya segala yang baik dipertahankan atau ditingkatkan, dan yang menjadi kekurangan bisa segera diatasi. Terima kasih seluruh guru dan sivitas SPIDI.” Tutur Amaliah Kartini Orang Tua Azizah Laila Safitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − eleven =