SEPIKAN MALAM TAHUN BARU DENGAN GERAKAN AYO TILAWA (TIDUR LEBIH AWAL)

BERITA News News SPIDI

Mengapa harus TILAWA?

Tilawa dimaknai sebagai tidur lebih awal dan bangun pada dini hari untuk memulai aktivitas. Konsep Tilawa adalah upaya membumikan kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang selalu mengamalkan tidur lebih awal dan bangun shalat lail pada 1/3 malam.

Aisyah Radhiallahu ‘Anhu menyatakan Rasulullah SAW tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu beliau Rasulullah Shallalahu Alaihi Wasallam melakukan sholat (Mutafaq ’Alaih).

Kebiasaan Tokoh paling berpengaruh di dunia ini menjadi sesuatu yang luar biasa dan diikuti oleh para sahabatnya. Kejayaan dan kesuksesan Rasulullah SAW yang mampu mengkader sahabat dan pengikutnya karena kekuatan bangun dini hari untuk shalat Tahajjud, belajar pada Muhammad Al Fatih, pemuda berusia 21 tahun berhasil menanamkan kejayaan dan kesuksesan islam di usia yang cukup muda.

Sebagai anak muda ia berhasil menaklukkan benteng terkuat Imperium Byzantium, kota Konstantinopel. Muhammad Al Fatih memiliki kebiasaan shalat malam yang cukup kuat. Bahkan Shalat Tahajjud dijadikan kewajiban yang tak bisa ditinggalkan setiap hari.

Perintah Qiyamullail jelas dalam Al Qur an “Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzzammil: 2)

Kebiasaan bangun lebih awal diamalkan bukan hanya sahabat nabi, Tokoh nasional seperti BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gusdur), M Natsir, KH Ahmad Dahlan, dan bahkan para CEO yang sukses di bidangnya juga melakukan hal yang sama.

Kita mengenal Robert Iger, CEO Walt Disney, CEO Apple, Tim Cook, CEO Pepsi, Indra Nooyi. Kisah sukses mereka diilhami dari kebiasaan memulai aktivitas pada pukul 04.00 pagi. Kebiasaan tersebut membuat para pemimpin ini memiliki karakter yang kuat. Tidak mudah menyerah dan mampu menciptakan menjadi panutan masyarakat.

Qiyamullail merupakan prioritas dalam upaya membangun kekuatan jiwa. Oleh karena itu shalat ini termasuk amalan yang berat tetapi menyenangkan. Berat karena ibadah ini dilakukan saat semua orang terlelap tidur. Ini memerlukan kemauan keras dan keikhlasan, menyenangkan karena munajat ini berlangsung khidmat, sepi, hening dan asyik.

Menyenangkan karena pada saat itu kita mengadukan mengadukan semua problem dan kesulitan kita pada Allah. Qiyamullail menjadikan jiwa semakin kuat dalam menghadapi tantangan dan problem kehidupan. Kesabaran bertambah, kesyukuran meningkat, cinta dunia berkurang, kedekatan dengan Allah semakin terasa.

Bahkan Prof Dr.dr. Veni Hadju, salah satu guru besar Universitas Hasanuddin memaparkan tentang konsep tilawa bagi santri dan orang tua Sekolah Putri Darul Istiqamah. Pendekatan Tilawa merupakan formulasi yang baru di dunia pendidikan. Sejalan dengan visi pendidikan karakter, pembentukan karakter yang kuat, jiwa yang kuat dilakukan dengan penguatan Qiyamullail.

Kekuatan jiwa seorang pelajar dimulai dari kemampuannya mengalahkan rasa ngantuk untuk melakukan perintah shalat 2 rakaat dan melanjutkan dengan pembelajaran.

Nilai-nilai penguatan jiwa melalui Qiyamullail di dalam konsep tilawa bisa menjadi awal pembentukan karakter muslim yang kuat. Sehingga Indonesia memiliki generasi emas yang kuat, smart dan shaleh, dan shalehah.

TILAWA adalah salah satu konsep unggulan yang diterapkan di Sekolah Putri Darul Istiqamah untuk membentuk karakter kuat dan islami sehingga kelak dapat menjadi santri yang Smart & Shalehah.

Jam 8 malam Santri SPIDI sudah tertidur lelap di asrama tanpa keriuhan dan kebisingan kembang api.

Disadur dari tulisan:
Ismawan Amir

( Komp. City of Darul Istiqamah Jl. Poros Makassar – Maros Km. 25 Maccopa, Kab. Maros, Sul – Sel Tlp. 0411 388 2635, 0811 4112 970)

#SmartNsholehah
#YukGabungdiSPIDI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − 10 =