SEORANG PENDIDIK HARUS PANDAI MENGELOLA EMOSI

Daily Activity News News SPIDI

Sebagai seorang pendidik dengan keseharian menghadapi berbagai karakter siswi, guru ataupun pembina dituntut memiliki kemampuan mengolah emosi yang baik. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala unit Learning Support Center Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), Ibu Siti Nadra, M.Psi., Psikolog.

“Guru dan pembina SPIDI diharapkan dapat mengembangkan kemampuan mengelola emosi diri. Hal ini berkaitan dengan peran utama mereka sebagai pendidik, dengan keseharian menghadapi berbagai karakter siswi atau santri di SPIDI.” Ungkap Ibu Nadra.

Guru dan pembina harus berupaya menjalankan perannya, dengan menunjukkan sikap dan perilaku yang baik. Hal ini dilakukan dengan adanya skill atau kemampuan mengolah rasa emosi yang bukan hanya rasa marah, tetapi emosi senang, bahagia, bangga, kagum, sedih, kecewa, yang juga merupakan bagian dari emosi.

“Harapannya saat menghadapi santri, mereka bisa mengendalikan emosinya. Tidak mudah meluapkan di depan santri, dan juga bisa membantu santri untuk mengendalikan emosinya.” Ujar Ibu Nadra.

Oleh karenanya melalui seminar and training “Emotional Development” yang diadakan SPIDI Sabtu (8/2), seluruh guru dan pembina asrama SPIDI diberikan pelatihan terkait bagaimana mengolah emosi itu.

Menghadirkan beberapa psikolog diantaranya: Dra. Rr. Evy Rakryani Psikolog, Titin Florentina, M.Psi., Psikolog, Juwita Amal, M.Psi., Psikolog, Triani Arfah, Psikolog, serta Tissa Wulandari, M.Psi., Psikolog.

Para pemateri menjelaskan ilmu dan arahan seputar “Apa itu Emosi, Mengenali Berbagai Jenis Emosi, serta penjelasan tentang Cara Mengendalikan atau Mengelola Emosi,” kegiatan ini berlangsung di Auditorium Darul Istiqamah.

Disela kegiatan juga berlangsung games “Knowing Your Self”, dengan tujuan mengenal dan memahami diri sendiri (melalui kartu-kartu). Kemudian peserta mengikuti pelatihan langsung, bagimana mengenal emosi dan belajar mengelola emosi, serta saling berbagi pengalaman dalam kelompok, selama menjadi guru dan pembina (ummi) di SPIDI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 3 =