Psikotes Intelegensi dan Kepribadian Siswi, Sabtu 14 Nov 2020

PENTINGNYA SUPPORT BELAJAR SISWI MELALUI PSIKOTES

BERITA News News SPIDI

MENGAPA MEMILIH SPIDI?

Setiap anak diciptakan istimewa, dengan bakat dan potensinya masing-masing. Salah satu tugas kita sebagai orang tua, adalah mengarahkan anak dalam mengembangkan potensinya untuk masa depan yang gemilang.

Tapi apakah setiap orang tua paham mengidentifikasi keistimewaan anaknya? Bagaimana menggali bakat-bakat yang tersimpan dalam diri anak?

Inilah salah satu keistimewaan menyekolahkan anak di SPIDI. SPIDI memiliki unit Learning Support Center (LSC) terdiri dari psikolog khusus pendidikan anak, dan staf psikolog.

LSC membantu anak mengetahui dirinya secara mendalam, mensupport dalam mengidentifikasi kepribadian, dan kemampuan intelegensi setiap anak.

Salah satunya dengan mengadakan psikotes di awal anak bersekolah di SPIDI. Psikotes diadakan beberapa tahap, sesuai tujuan yang ingin diketahui dalam diri anak.

Mulai dari psikotes tentang kemampuan intelegensi (IQ), minat bakat, gaya belajar, dan gambaran kepribadian anak.

“Psikotes sebagai bahan awal, agar kita tau ini anak seperti apa, kelebihannya apa? Kita petakan dulu. Bagaimana tingkat kecerdasan anak, di atas rata-rata, standar atau rendah.” Kata Siti Nadra, M. Psi., Psikolog (Kepala Psikolog SPIDI).

Beliau menjelaskan bahwa setiap anak memiliki perlakuan yang berbeda sesuai kemampuannya. Anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata tidak bisa disamakan, dengan anak yang kemampuannya standar dalam menerima pelajaran.

Hasil psikotes yang dilaporkan disebut psikogram. Setiap anak di SPIDI dipastikan telah memiliki psikogramnya masing-masing, yang dibutuhkan untuk pengembangan mereka sesuai potensi, dan minat bakatnya.

Apa Itu Psikogram?

Psikogram adalah hasil dari psikotes, yang hanya bisa dibaca oleh orang-orang yang mempelajari ilmu psikologi. Memberi gambaran umum kepribadian anak, kemampuan intelegensi, dan potensi atau bakatnya.

Psikogram sebagai bahan atau referensi orang tua dalam membimbing anak belajar, serta mengembangkan potensinya.

Hal ini selaras dengan program akademik di SPIDI, yang telah menerapkan Sistem 4 Penjurusan. Diantaranya, Tahfizhul Qur’an, Saintek, Tarbiyah dan Bahasa. Sehingga kemampuan yang ditampilkan dari psikogram siswi, juga membantu anak memilih jurusannya.

“Misal dari hasilnya terdeskripsikan potensinya seperti ini, sehingga cocok untuk bidang ini. Psikotes salah satu aspek untuk membantu memilih jurusan, atau bidang keilmuan siswi.” Tutur Nur Sidra, S.Psi., salah satu staf LSC.

Apa Pentingnya Psikotes Diadakan Sekolah?

Tes intelegensi (IQ) dan kepribadian siswi kemudian tergambar dalam grafis atau skor nilai, sehingga menjadi data real yang akan dibutuhkan untuk menyesuaikan perkembangan siswi. Termasuk dalam memberikan perlakuan kepada siswi, yang tidak selamanya sama terhadap semua anak.

“Psikotes dilaksanakan untuk setiap siswa yang baru masuk, digunakan untuk mengenali kelebihan dan kelemahan pada diri siswa. Selain minat bakat, termasuk juga untuk mengenali performa belajar. Semua anak punya kemampuan masing-masing, mungkin tidak menonjol dalam hal hal berkaitan hitungan, tapi baik dalam kemampuan verbal. Ini terlihat di hasil psikotes. Hal ini yang bisa jadi referensi dalam memberikan pendampingan kepada siswi untuk mengembangkan potensinya” Jelas Ayu Ramdhani, S.Psi, yang juga tim psikolog SPIDI.

Seberapa Efektif Psikotes Ini?

Hasil psikotes menjadi data yang dijaga kerahasiaannya. Apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan setiap siswi ini hanya diketahui oleh pihak terkait, misal orang tua, wali asrama dan wali kelas.

Wali kelas diharapkan mampu membaca dan mengaplikasikan hasil psikotes setiap siswi. Karena guru yang mengetahui kepribadian muridnya, paham bagaimana membuat anak nyaman dan paham dalam belajar.

“Karena wali kelas yang sudah paham, akan mengetahui kepribadiannya dan mencoba cara yang tepat bagaimana agar anak ini bisa pintar. Selain itu ada juga bisa belajar gaya belajar, visual, auditori dan kinestetik, dan guru di SPIDI wajib paham hal ini.” Tutur Ibu Nadra. 

Selanjutnya tim psikolog senantiasa melakukan follow up dan laporan ke orang tua, juga berkoordinasi dengan pihak guru dan ummi (wali siswi di asrama). Meskipun telah ada hasil psikotes masing-masing, setiap anak tetap diobservasi secara langsung dalam kesehariannya.

Sebagai sekolah boarding khusus putri, SPIDI tidak hanya menjadi sekolah formal, tapi juga sebagai rumah yang di dalamnya didukung infrastruktur, dan layanan memadai. Dalam membantu perkembangan seorang remaja putri yang sedang beranjak dewasa, sesuai kebutuhannya saat ini dan untuk bekal masa depan.

Psikotes Intelegensi dan Kepribadian Siswi, Sabtu 14 Nov 2020
Psikotes Intelegensi dan Kepribadian Siswi, Sabtu 14 Nov 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen + 15 =