Beragam project kreasi siswi Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), diapresiasi oleh orang tua siswi. Hal ini diungkapkan saat Learning Exhibition, Ahad (8/12). Dimana setiap project dinilai langsung oleh seluruh orang tua yang hadir.

Gunawan Rahman orang tua salah satu siswi merasa bangga melihat kreativitas yang dihasilkan dalam Learning Exhibition kali ini.

“Melihat projectnya, saya salut. Salut dengan kreativitas anak-anak. Memang hal seperti ini harus terus dikembangkan, karena dapat memacu kreativitas anak-anak,” tuturnya.

Senada dengan Bapak Gunawan, Ibu Lilis Rohani juga merasa senang melihat inovasi project yang dipresentasikan siswi.

“Para Siswi mengadakan pameran produk-produk inovasi mereka. Ini merupakan salah satu bentuk aplikasi pembelajaran di sekolah dengan mengkombinasikan teori dan praktek yang kemudian disesuaikan dengan kondisi yang tentunya up to date tuk jaman now dan menarik perhatian mereka.” Tulis Ibu Lilis dalam akun facebook pribadinya.

Adapun Learning Exhibition dibuat sebagai upaya mengikutsertakan orangtua dalam proses pembelajaran siswi SPIDI. Hal ini untuk membangun perspektif yang sama antara siswi, guru dan orang tua dalam mendukung program pendidikan anak.

“Dalam learning exhibition ini, kalau biasanya guru yang mendidik anak-anak kita. Kita berharap di kegiatan kita kali ini orang tua juga turut menilai.” Jelas Ibu Muaminah Kepala Sekolah SPIDI.

Lebih lanjut Ibu Muaminah menerangkan, kehadiran orang tua dalam Learning Exhibition begitu diharapkan siswi. Sehingga menurutnya, hal ini akan membangkitkan semangat siswi dalam belajar dan terus berkreasi.

Sementara beragam project siswi yang dipresentasikan adalah bagian dari penerapan program Integrated, Creative, Contextual, Teaching and Learning (ICCTL) di SPIDI. Hal ini mendukung pengembangan dan kecerdasan bakat yang dimiliki masing-masing siswi.

“Kegiatan ini kami adakan per tiga bulan. Dimana kecerdasan seluruh anak-anak bisa nampak dalam kegiatan ini. Karena kalau cuma pembelajaran di kelas, bagaimana bakat ananda bisa terasa semua.” Ungkap Ibu Muaminah.