ORANG TUA BIJAK MEWARISI KEBIJAKSANAAN PADA ANAK

BERITA News News SPIDI

TIPS MENDIDIK ANAK DALAM ISLAM

Oleh: Abdul Salam Rahim Lc

Mengasuh anak bukanlah hal yang mudah, dapat diibaratkan sebagai pekerjaan seumur hidup, tanpa mengenal kata pensiun.  Sama halnya dengan belajar, seseorang tiada pernah berhenti menuntut ilmu, karena itu adalah pekerjaan seumur hidup.

اطلب العلم من المهد الى اللهد

Artinya: “Mintalah pengetahuan dari buaian sampai liang kubur”

Menjadi orang tua, merupakan satu-satunya profesi di dunia yang tidak dapat pasrahkan begitu saja. Seiring dengan tahapan atau fase umur anak, berbagai dinamika pun dihadapi orang tua dalam mengasuh. Ini menuntut mereka untuk memiliki banyak kesabaran, konsistensi dan ketekunan, terutama pada tahap awal usia anak.

Disisi lain, tidak ada pedoman mutlak yang harus dipatuhi dan dibesarkan oleh orang tua, karena setiap manusia itu unik. Namun ada tips emas yang dapat diikuti. Terlepas dari perbedaan metode pendidikan yang diterapkan oleh orang tua, dalam membesarkan anak sebagaimana yang telah diajarkan dalam syariat.

Berikut tips yang penulis coba bagikan:

1. Tidak ada tekanan berat pada anak-anak

Anak-anak saat ini mengalami banyak tekanan sosial dan akademis dari orang tua. Tetapi orang tua tidak melakukan ini atas dasar itikad yang buruk karena memang masyarakat kontemporer sangat kompetitif, dan anak-anak membutuhkan banyak upaya untuk mengikuti perkembangan zaman.

Namun, orang tua perlu mengetahui bagaimana mengarahkan anak-anak mereka, dan harapan mereka sesuai dengan kapasitas intelektual mereka. Harapan yang tinggi mempengaruhi kesehatan fisik dan mental anak. Jadi, sangat penting untuk membantunya menemukan keseimbangan dalam hidupnya, terutama dalam kemampuan dan permainan akademis.

Nabi mendidik Anas bin Malik sedari kecil dan tidak pernah sekalipun mengatakan kepadanya “Kenapa kamu tidak bisa seperti ini?” Tapi yang dilakukan Nabi adalah memberikan support terhadap hal-hal yang mudah dikerjakan oleh Anas.

2. Menghormati anak dan memperlakukannya sebagai makhluk unik

Kebanyakan orang tua merasa sulit menerima gagasan bahwa anak mereka adalah makhluk unik, dan individu mandiri yang memiliki keberadaan dan entitasnya sendiri, dan karenanya berurusan dengannya berdasarkan prinsip psikologis ini.

Tentu saja, kadang-kadang anak perlu diajarkan disiplin, arahan dan ketegasan, tetapi pada saat yang sama mereka harus mengingat aturan ini: “Hormati pendapatnya dan entitasnya yang mandiri.”

Maka harus disadari bahwa anak merupakan makhluk ciptaan Allah yang sangatlah istimewa, sebagaimana Allah berfirman :

“Dan sungguh telah kami ciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk (istimewa)

3. Tidak berdebat saat berada dalam tekanan amarah

Reaksi marah orang tua terhadap tindakan tidak normal yang dilakukan oleh remaja tersebut berakhir dengan diskusi panas yang memperburuk masalah antara dirinya dan keluarganya. Remaja itu mencoba mengungkapkan kebencian dan penolakannya terhadap semua yang mereka minta darinya, meskipun itu untuk kepentingannya.

Oleh karena itu, orang tua harus sabar dan tenang, dan tidak berdiskusi dengan anaknya pada saat yang bersamaan ketika ia melakukan perbuatan tidak sehat, melainkan menunggu hingga keesokan harinya dan mendiskusikannya dengan tenang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebagaimana kata Imam Gozali :

اول الغضب جنون و اخره ندم

“Marah itu dimulai dengan hilangnya akal dan diakhiri oleh penyesalan.”

Jadi dalam kondisi sedang marah, seseorang tidak akan mampu berpikir dengan jernih. Apalagi untuk menyelesaikan masalah dan pada akhirnya akan berbuah penyesalan jika mencoba meluruskan dalam kondisi marah yang belum terkontrol.

Terakhir, Ali bin Abi Thalib menjelaskan kaidah umum menghadapi dan mendidik anak. Yaitu jadikanlah anakmu sebagai raja di umur 1-7 tahun, tegaslah kalian saat mereka diumur 8-14 tahun, dan di umur 15 tahun hadapilah ia sebagai teman yang saling berbagi.

Semoga bermanfaat

Profil Penulis

Nama: Abdul Salam Rahim Lc. 

Pekerjaan: Kepala Unit Tarbiyah SPIDI 

Pendidikan: S1 Syariah Islamiyah Al-Azhar Cairo

Prestasi/Pengalaman: Penerjemah di Egypt Radio & Television Union (Siaran Radio & Televisi Pemerintah Mesir)  2016-2018 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =