Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) tidak hanya menamatkan 122 siswinya, pada wisuda tahun ini. Namun, acara ini juga dirangkaikan dengan penyematan gelar hafizah kepada 22 siswi serta pemberian sanad kepada 19 siswi.

Penyerahan sanad ditandai dengan diberikannya ijazah sebagai legalitas, bahwa seorang santri telah menamatkan ilmu satu kitab yang dipelajari dari gurunya.

“Di zaman dahulu seseorang yang mendapatkan sanad dalam suatu disiplin ilmu atau kitab, biasanya setelah mengaji dengan guru yang telah bersanad.” Kata Ustaz Abdul Salam Rahim Lc.

Dalam bidang Al-Qur’an, mencari ijazah yang bersambung kepada Nabi Muhammad ﷺ merupakan suatu hal yang terpuji. Pada masa dahulu, banyak para ulama yang pergi ke suatu negara dengan tujuan untuk mendapatkan sebuah ijazah dari seorang guru. Dilansir uninus.ac.id

“Sanad sebenarnya adalah metode yang hanya dimiliki oleh umat Islam yang fungsinya untuk menjaga kemurnian syariat, khususnya ilmu syariat dari penyimpangan.” Jelas Ust. Salam menambahkan.

Beberapa siswi SPIDI yang mempelajari sanad kemudian berhasil mengkhatamkannya dengan izin Allah, sehingga pemberian sanad pun dirangkaikan dengan prosesi wisuda mereka sebelum resmi menyandang gelar alumni.

Selaku kepala unit tarbiyah SPIDI, piagam sanad ini diberikan oleh Ust. Abdul Salam kepada siswi secara langsung di hadapan seluruh hadirin wisuda akbar, Ahad (13/6) bertempat di Hotel Claro Makassar.

Pemberian Sanad oleh Ustaz Abdul Salam Rahim Lc kepada Siswi SPIDI. Ahad 13/6

Ust. Salam mewakili manajemen SPIDI juga berwasiat agar siswi senantiasa menjaga ketakwaan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dengan diberikannya sebuah tanda kehormatan bagi seorang penuntut ilmu Rasulullah ini.

“Selalu ingat bahwa sebagai penerima sanad, kalian adalah santri yang telah berpredikat penuntut ilmu yang dibanggakan oleh penduduk langit.” Pesan Ust. Abdul Salam sebelum memberikan piagam sanad secara resmi.

Penyematan ilmu sanad juga turut disaksikan oleh  Ketua DPRD Ibu Andi Ina Kartika Sari, Bupati Kab. Maros Bapak Chaidir Syam, Wakil Ketua DPRD Sulsel Ust. Muzayyin dan seluruh jajaran pemerintah serta pengawas sekolah yang turut hadir saat wisuda digelar.

Sebagai orang tua, Bapak Setiawan, SST bersyukur dengan kedua anaknya yang sekolah di SPIDI dan telah menyelesaikan sanadnya. Baginya yang paling terpenting adalah ilmu yang ia dapatkan berhasil diterapkan dengan baik di luar pesantren.

“Apa yang telah diperoleh ananda di SPIDI juga diterapkan di rumah, mandiri, bertanggungjawab dan shalat tepat waktu.” Tuturnya.

Adapun sederet nama siswi yang berhasil menyelesaikan sanadnya adalah sebagai berikut:

Untuk Tingkat SMPIT SPIDI
  1. Azizah Laila Safitri Ramadhini Bahrun
  2. Siti Irbah Fandairah
  3. Cheza Ramadhani Akbar
  4. A. Najwa Ihsanul Haq
  5. Syifa Nurqalby Aslam
  6. Naurah Amani Izzati
  7. Natasya Nurfadila
  8. Najwa Atika
  9. Shafa Anbiyaa
  10. Nayla Insyirah Sulkarnain
  11. Khalisah Athaya Mijratunnisa
  12. Maya Aqila Zahra

Untuk Tingkat SMAIT SPIDI

  1. Siti Aulia Mutmainnah
  2. Halisa Zuhrah Sulaeman
  3. Fatimah Nur Makka
  4. Andi Niswah Annisa Fathanah
  5. Sheva Nur Rahma
  6. Aulia Nurul Izza Herman
  7. Alyani Nurul Ilmy Ishaq Putri

Sementara beberapa siswi yang disebutkan telah mengambil dua sandanya, sehingga dalam satu kitab dia memiliki dua sanad. Masya Allah