KEDUDUKAN TINGGI DI HADAPAN ALLAH: MEMPELAJARI ILMU DAN MENGAMALKANNYA

News News SPIDI

‘Abdul Wahid bin Zaid berkata,

من عمل بما علم فتح الله له ما لا يعلم

“Barangsiapa mengamalkan ilmu yang telah ia pelajari, maka Allah akan membuka untuknya hal yang sebelumnya ia tidak tahu.” (Hilyatul Auliya’, 6: 163).

Ilmu yang dimiliki, tetapi tidak diamalkan, sering diibaratkan bagai pohon yang tak berbuah. Nasihat yang selalu dianjurkan kepada kita terkait ilmu, adalah dengan tidak lupa mengamalkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain.

Kebaikan yang diraih dari ilmu yang diamalkan, tentu ingin dirasakan semua orang. Namun, untuk bisa mengamalkan ilmu, terlebih dahulu kita harus memiliki ilmunya.


Memaksimalkan kesempatan kita dengan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, dengan waktu yang terbatas. Agar kita tidak rugi dunia dan akhirat. Baik ilmu umum, ilmu agama, hingga ilmu kehidupan.

Bagaimana ilmu yang kita amalkan, tidak hanya seputar pengetahuan belaka, tetapi didalamnya juga ada nilai-nilai islam. Terutama budi pekerti dan akhlak mulia yang kita ajarkan.

Dengan ilmu yang diamalkan, semoga kita bisa menjadi seperti para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Memiliki posisi yang sangat tinggi, di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sehingga, mari kita menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, sebagai bekal persiapan pula menghadapi tantangan zaman.

Semoga kita dapat istiqamah, dan dijaga oleh Allah sampai kita menghadap-Nya.
Amiin Ya Rabbal’ Alamiin

Oleh: Ustadz Mubassyir, dalam amanah apel pagi Sekolah Putri Darul Istiqamah. Senin (21/10).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 3 =