ILMU ADALAH PERHIASAN BAGI PEMILIKNYA

News SPIDI

#hikmahApelAkbarSPIDI
Oleh: Ustd Mujahidin Al-Haq

Ilmu merupakan nikmat yang sangat mahal. Tidak ada sesuatu yang bisa menyamai ilmu.

Contoh yang paling jelas adalah ketika Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam meminta, agar singgasana Ratu Balqis dipindahkan ke negeri Nabi Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam.

Maka, Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam bertanya kepada orang-orang sekitarnya, dimana prajurit beliau ada dari bangsa jin, manusia, hewan, dan lain-lainnya.

Lalu, Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam bertanya,

“Siapa di antara kalian yang mau memindahkan singgasana Balqis dari Saba’ (Yaman), ke sini?”

Kisah ini, Allah Subhanahu Wa Ta’aala menyampaikannya kepada kita semua dalam Al-Qur’an surah An-Naml ayat 38-40,

“Dia (Sulaiman) berkata, Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?” [QS. An-Naml: 38]

Jin kemudian menjawab,

“Kami bisa memindahkannya sebelum engkau berdiri dari situ. Sebelum engkau berdiri dari singgasanamu, kami bisa memindahkan kerajaan Balqis ke sini, karena kami sangat kuat. Kami terpercaya.”

“‘Ifrit dalam golongan jin berkata, “Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya.” [QS. An-Naml: 39]

Jadi, pada waktu itu jin bertekad dengan kekuatannya, bahwa “kami kuat”, “kami bisa”.

Tapi setelah itu, ahli ilmu langsung berbicara. Orang yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’aala ilmu.

Orang tersebut berkata,

“Wahai Nabi Sulaiman, kami bisa memindahkan itu sebelum engkau mengedipkan matamu.”

Bisa dibayangkan bagaimana cepatnya secepat kejapan mata. Sangat cepat. Lebih cepat dari semenit, bahkan lebih cepat dari satu detik.

“Dengan apa kami berpegang? Dengan ilmu yang kami miliki.”

“Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka, ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dai bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.” [QS. An-Naml: 40].

Begitulah, setelah Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam menerima usulan ahli ilmu tersebut, Ia pun langsung memindahkan singgasana Ratu Balqis langsung ke hadapan Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam lebih cepat dari kejapan mata. Sampai-sampai Ratu Balqis bertanya terheran-heran,

“Kok ada di sini singgasana saya. Cepat sekali?”

Nah, inilah keutamaan dari ilmu. Sungguh, dengan ilmu derajat seseorang diangkat. Seorang budak yang berilmu menjadi berderajat. Orang yang hina menjadi mulia.

Karena itu anak-anakku sekalian, bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu. Bersungguh-sungguh dalam belajar.

Hasan bin Tsabit berkata,

“Belajarlah, kerena ilmu adalah perhiasan dari pemiliknya.”

Lihatlah, betapa indahnya orang yang berilmu. Meski nampak sederhana, tapi kalau punya ilmu, maasya Allah akan kelihatan istimewa.

*Sekolah Putri Darul Istiqamah*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + 2 =