DALAM SEHARI SISWI SPIDI FIELD TRIP KE BERBAGAI NEGARA

BERITA News News SPIDI
Field Trip (Karya Wisata) menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu siswi Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), tiap tiga bulan sekali. Fieldtrip rutin diadakan sebelum Learning Exhibition SPIDI.
Di tengah kondisi pandemi Covid-19, Field Trip tak kalah serunya dilaksanakan SPIDI kali ini. SPIDI menggelarnya dengan konsep yang inovatif. Menghubungkan teknologi aplikasi Google Earth dengan perangkat e-learning SPIDI on Cloud.
Walau secara virtual, banyak hal yang disyukuri siswi SPIDI kali ini. Salah satunya siswi tidak terbatas menempuh perjalanan ke berbagai negara manapun, dan tempat pembelajaran lainnya, dalam sehari. (Senin, 21/9).
Ada yang mengunjungi Mekkah, Madinah, Arab, Palestina, Turki, Singapura, Malaysia, Jepang, Spain, Australia, bahkan Amerika, Afrika, Belanda, Cambridge, Brazil dan berbagai negara lain.
“Berhubung saya siswi baru, jadi ini merupakan Field Trip perdana saya di SPIDI. Field Trip virtual tidak membatasi saya untuk menambah ilmu dan wawasan baru mengenai negara lain.” Kata Absabrina Aulia Ramadan.
Siswi kelas X IPA ini bahagia bisa mengunjungi Malaysia dan Singapore, untuk mengenal “Keanekaragaman Hayati” di negara tersebut.
“Fieldtrip kali ini menyenangkan, tapi saya juga berharap nantinya diadakan secara offline.” Tuturnya.
Sepanjang fieldtrip berlangsung, siswi dibekali berbagai informasi. Fieldtrip juga menghadirkan pembicara dari luar, seperti mahasiswa Leiden University, serta pemateri lain yang berpengalaman.
Field Trip menjadi rangkaian kegiatan yang mendukung program unggulan Integrated, Creative, Contextual Teaching Learning (ICCTL) di SPIDI.
Setelah Field Trip akan diadakan Learning Exhibition (Pameran Pendidikan) sebagai evaluasi MID Semester siswi.
“Jadi ujiannya bukan lagi dalam bentuk tulisan, tapi dalam bentuk project.” Jelas Ibu Muaminah Musthafa, Kepala Sekolah SPIDI.
Beliau berharap kegiatan ini dapat maksimal dalam menambah wawasan siswi SPIDI.
“Karena Fieldtrip kali ini berbeda dari sebelumnya, harapannya ini tidak mengurangi kualitas pemahaman siswi. Siswi juga tetap mendapat pembelajaran dari hasil kunjungan mereka.” Harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 1 =