SEMANGAT BELAJAR DARI BALIK TENDA PENGUNGSIAN

BERITA News News SPIDI

Bencana alam gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengakibatkan 19.435 warga di Kabupaten Majene Sulawesi Barat harus mengungsi.

Beberapa dari korban terdampak turut dirasakan sejumlah siswi Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) asal Majene hingga ke Ibu Kota, Mamuju.

Ince Juana, salah satunya. Siswi kelas XI Tahfizh, terpaksa harus belajar dan menghafal qur’an dari balik tenda pengungsian.

Ditengah keterbatasan akses internet dan perangkat pembelajaran, Ince tetap berjuang agar bisa menyetor hafalannya dan mengikuti proses belajar daring SPIDI on Cloud. Hingga hari ini (19/1).

Suasana yang terus siaga dari gempa susulan, warga berlindung dari hujan dan angin hanya dengan tenda dan alas seadanya. Rupanya tak menghalangi semangat Ince dan kawan-kawan menuntut ilmu.

“Alhamdulillah cukup memungkinkan karena tempat kami mengungsi juga cukup aman dan juga InsyaAllah sinyal juga memungkinkan untuk tetap berlangsungnya pembelajaran online,” jawab Ince dengan yakin.

Ince tak ingin ketinggalan untuk menyelesaikan target hafalannya, sebab ustazah (guru) tahfizhnya sejauh ini telah menerima sebanyak 29 juz hafalan qur’annya.

“Selama pandemi Ince semangat dan selalu on time menyetorkan hafalannya, InsyaAllah sebentar lagi khatam 30 juz.” Kata Ustadzah Muthaharaeni, guru Tahfizh di SPIDI.

Ince berharap agar ia dan warga terdampak dapat memetik hikmah atas musibah yang menimpa. Menurutnya sebagai seorang muslimah, menanggapi bencana ini sebagai bagian untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah.

Siswi yang aktif berdakwah lewat tulisannya ini, tak ketinggalan mengirimkan pesannya. Sebuah catatan kecil yang ia tujukan agar seluruh masyarakat tetap kuat dan bersabar menghadapi setiap cobaan.

“Saya sendiri Ince Juana, murid yang telah engkau ajar untuk memiliki hati yang besar dalam setiap kondisi. Saya yakin Allah tidak akan menguji saya dan sekeluarga melebih batas kemampuan kami.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [al-Baqarah: 216]. Tulis Ince Juana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 7 =

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.