Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah berkunjung ke pondok pesantren Darul Istiqamah. Sabtu, (24/10). Kunjungan ini masih dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN).

Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) terpilih menjadi tuan rumah untuk kunjungan perayaan HSN dari seluruh Ponpes di Sulsel. Bertempat di Auditorium Darul Istiqamah.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian insentif guru mengaji dan bantuan beberapa pondok pesantren se-Sulsel tahun anggaran 2020.

Selain Gubernur Sulsel, hadir pula imam Islamic Center of New York Shamsi Ali, Wakil Ketua DPRD Sulawesi selatan, Pangdam lVX Hasanuddin, Kapolda Sulsel, dan segenap jajaran pemerintah dan tokoh agama Sulsel.

Menyambut kunjungan hari ini, Dewan Pengasuh Ponpes Darul Istiqamah. K.H. Arif Marzuki Hasan terkesan, Darul Istiqamah terpilih menjadi tuan rumah di hari istimewa seluruh ponpes dan santri.

“Saya bersyukur Darul Istiqamah menjadi tuan rumah hari santri. Hari santri menjadi momen terindah untuk seluruh santri di Indonesia. Saya bersyukur gubernur, dan seluruh pimpinan instansi pemerintah hadir.” Tutur KH. Arif Marzuki dalam sambutannya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel berharap hari santri nasional semakin meningkatkan semangat santri sebagai agen perubahan.

“Alhamdulillah pagi ini kita hadir sama-sama dalam rangka hari santri nasional. Bahwa santri harus menjadi agen perubahan di negara kita.” Tutur Prof. Nurdin.

Beliau menyampaikan pula bahwa pendidikan pesantren menjawab permasalahan moral, sebagai tantangan di zaman modern ini.

“Sekarang ini di Sulsel sumber daya alamnya mendukung, sumber daya manusia tidak kurang, yang kurang adalah krisis moral. Jawabannya adalah pesantren, pesantren bukan hanya mencegah, tapi juga menanamkan moral, inilah yang dibutuhkan bangsa.” Pesan Prof Nurdin dalam sambutannya.

Meskipun diadakan secara langsung, pihak panitia tetap melaksanakan pertemuan dengan memerhatikan protokol kesehatan cegah covid-19. Kunjungan tamu juga diadakan di daerah khusus penerimaan tamu. Sehingga tetap menjaga sterilisasi daerah belajar dan karantina siswi.