COVID-19 News News SPIDI

TETAP TENANG DAN SENANG SELAMA #DIRUMAHAJA

Oleh Ayu Ramdhani S, S.Psi (Learning Support Center SPIDI)

Sebelum merebaknya wabah Covid-19, setiap orang memiliki rutinitas masing-masing di luar rumah. Siswa belajar di kelas, bersosialisasi dengan teman dan guru di sekolah, berorganisasi, serta kegiatan sekolah lainnya.

Sementara bagi pegawai negeri atau swasta, setiap hari mereka berangkat ke kantor, untuk memenuhi kewajiban kerja, menemui berkas dan file di meja kerja mereka.

Pedagang mulai menata dagangan, dan merencanakan penjualan. Begitupun dengan banyak peran dan profesi lainnya.

Namun, wabah Covid-19 membuat rutinitas ini tidak lagi berjalan seperti biasanya, sejak adanya himbauan physical distancing. Menjaga jarak fisik dengan orang lain demi pencegahan penyebaran virus ini.

Orang-orang yang awalnya memiliki rutinitas terjadwal setiap hari di luar rumah, akhirnya harus menetap di rumah dalam jangka waktu yang tidak dapat dipastikan.

Menjadi hal wajar jika kondisi ini rentan membuat orang-orang stress. Dalam kasus ini terdapat beberapa hal yang dapat diperhatikan selama physical distancing agar tetap senang dan tenang #dirumahaja.

1. Miliki mindset Were not stuck at home, Were safe at home. Mindset seperti ini juga akan membawa kita pada pikiran untuk mencari solusi, mencari ide-ide alternatif lain agar rutinitas tetap berjalan dengan dikerjakan dari rumah.

2. Aktivitas harian “Me Time” yang bermanfaat dan menyenangkan. Ini perlu disadari oleh setiap orang, seperti bagi pegawai atau pekerja kantoran, bahkan kondisi ini bisa dilihat sebagai “ruang” dari Allah untuk menurunkan ketegangan bekerja di suasana kantor.

Waktu-waktu seperti ini bisa diisi dengan hal-hal positif, dan menyenangkan. Misalnya, membaca buku, merapikan kamar, menulis karya fiksi atau non fiksi, menulis refleksi, membuat design, mengedit video, mencoba resep-resep masakan, membaca Al-Qur’an, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, menghafal surah-surah atau doa, dan sebagainya.

3. Menikmati kebersamaan dengan keluarga di rumah. Nikmati waktu bersama keluarga, lakukan hal-hal positif bersama ayah, bunda, kakak, atau anggota keluarga lainnya. Termasuk kegiatan ibadah, seperti shalat berjamaah di rumah di setiap waktu shalat, makan malam bersama di rumah, yang mungkin sebelumnya jarang dilakukan.

4. Physical distancing bukan berarti emotional distancing. Jarak fisik bukan berarti memutuskan silahturahmi dan kedekatan emosional dengan orang lain. Komunikasi tetap dapat dijalin dengan memanfaatkan teknologi saat ini, bisa melalui video call, telfon, atau chat.

5. Tenang dan rileks. Pikiran dan perasaan yang tidak menyenangkan dapat berpengaruh pada kondisi fisik, seperti merasa sesak, sakit tenggorokan, mual, sakit perut, dan reaksi fisik lainnya, atau ada yang sebenarnya mengalami batuk atau flu biasa. Secara otomatis menjadi takut karena terlanjur parno dengan gejala covid-19.

Latihan olah pernapasan dan olahraga seperti yoga dapat dilakukan, agar lebih tenang dan meredakan perasaan panik dan cemas ini. Hal yang juga dapat dilakukan dengan mendengarkan murottal (lantunan ayat suci Al-Qur’an), beristighfar, atau mendengarkan musik yang easy listening. Bahkan duduk-duduk di pagi maupun sore hari, menikmati lingkungan di sekitar rumah.

6. Social media distancing, yaitu membatasi diri untuk membuka social media hingga dirasa perlu, dan kondisi diri kembali membaik.

7. Memperbaiki dan tingkatkan kualitas ibadah. Meningkatkan kualitas ibadah wajib, maupun sunnah. Shalat 5 waktu di awal waktu dengan lebih khusyuk. Semakin rutin dan menjadwalkan ibadah shalat dhuha, tahajjud, dzikir pagi petang, berdoa lebih khusyuk, dan ibadah sunnah lainnya.

8. Meningkatkan imunitas dengan pola hidup sehat. Berjemur pada waktu-waktu yang dianjurkan, konsumsi vitamin, konsumsi makanan dan minuman bergizi serta cuci tangan.

9. Membuka pikiran bahwa wabah ini mengajarkan banyak hal. Wabah Covid-19 tidak dipungkiri menjadi musibah bagi dunia. Namun, perlu diyakini bahwa Allah selalu menyertakan hikmah di setiap musibah yang diberikan.

10. Selalu berdoa dan saling mendoakan. Segala ikhtiar yang dilakukan untuk mencegah dan mengatasi wabah virus ini tentu perlu diperkuat dengan doa. Mendoakan diri, keluarga, teman, sahabat, guru, dan semua orang-orang terdekat agar senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT.

Demikian info seputar physical distancing yang dapat dilakukan di rumah.

 

Semoga Bermanfaat.

Salam smart and shalehah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × one =

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.